Pendampingan Strategi Komunikasi Digital Marketing Dalam Meningkatkan Daya Saing Umkm Di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember
DOI:
https://doi.org/10.53515/aijpkm.v6i1.291Keywords:
Komunikasi Pemasaran Digital, Daya Saing UMKM, Asset-Based Community Development, Pemberdayaan Masyarakat, UMKM CandijatiAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember khususnya usaha tempe, keripik tempe, es dawet, dan rujak lontong masih memasarkan produknya secara konvensional melalui pasar tradisional dan berdagang keliling, sementara lokasi usaha belum terpetakan pada Google Maps sehingga sulit dijangkau konsumen dari luar wilayah. penelitian ini melaporkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk (1) mengidentifikasi keunggulan aset pelaku UMKM sebagai modal peningkatan daya saing, (2) merancang dan menerapkan strategi pendampingan komunikasi digital marketing yang efektif, dan (3) mengukur dampak program terhadap daya saing UMKM. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui lima tahap: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny, yang melibatkan 10 pelaku UMKM, Pemerintah Desa Candijati, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra kolaborasi selama periode 25 Juli–8 September 2025. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terfokus (FGD), dokumentasi, dan instrumen penilaian kepuasan mitra berskala 1–4, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dalam mengelola akun media sosial (Facebook, Instagram, TikTok) dan pencantuman lokasi usaha pada Google Maps, perbaikan kemasan (packaging) produk, serta terbentuknya mekanisme pendampingan berkelanjutan yang difasilitasi Pemerintah Desa dan BUMDes melalui nota kesepahaman lima tahun dengan UNIKHAMS Jember. Skor rata-rata instrumen kepuasan mitra berada pada kategori tinggi (3,2 dari skala 4). Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis aset yang dipadukan dengan komunikasi pemasaran terintegrasi mampu mendorong transformasi perilaku pemasaran UMKM secara partisipatif dan berkelanjutan, meskipun keberlanjutannya tetap bergantung pada penguatan kelembagaan pendampingan pascaprogram.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurul Hasan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




